Deklarasi 1000 Botol Minuman Warnai Bazar Aksi Paskah Paroki Paulus

Dalam rangka mengimplementasikan pesan Paskah Sang Gembala Keuskupan Bogor, MGR. Paskalis Bruno Syukur, OFM mengajak umat se-keuskupan untuk lebih mencintai Ibu Pertiwi dengan mencegah, memperbaiki dan merawatnya lewat cara mengurangi sampah plastik, mengumpulkan dan mengolahnya sehingga memiliki nilai manfaat. Umat juga diajak untuk menanam pohon serta menjaga dan menatanya agar tidak sekedar menampakkan keindahan, menghadirkan udara segar dan suasana nyaman, tetapi juga mampu memunculkan sumber air yang bermutu demi kemaslahatan segenap makhluk penghuni bumi.

Agar tidak sebatas teori dan sekedar lips service, paroki St. Paulus Depok lewat panitia Aksi Paskah yang dikomandani Santos Saragih dari Wilayah St. Agustinus pimpinan bung Catur menginisiasi dideklarasikan gerakan 1000 botol minuman pada Minggu, (28/04/2019) di gereja St. Paulus Depok.

Deklarasi yang mengambil tema “Geura Hejo (Segera Hijau)” itu tidak terbatas pada umat paroki Paulus atau kaum Kristiani saja melainkan juga melibatkan seluruh stakeholder pencinta lingkungan termasuk pemerintah dan ormas, juga tokoh lintas agama.

Tidak ketinggalan para seniman sekitar Kota Depok, mulai dari seni masak, seni rias, seni rawat, seni tari hingga pada artis penyanyi papan atas seperti Nugie cs dan penyanyi cilik Samuel serta disabilitas pun turut ambil bagian untuk menggaungkan gerakan peduli lingkungan.

Deklarasi gerakan 1000 botol minum ini merupakan puncak dari bazar sehari yang menghimpun seluruh unsur terkait lingkungan untuk terus menerus terlibat mengkampanyekan perawatan lingkungan teutama menghindari dan membersihkan sampah plastik dengan mengolahnya agar bermanfaat bagi manusia bukan sebaliknya.

Dalam sambutannya sebagai pastor paroki, Pater Alforinus Gregorius Pontus, OFM mengingatkan agar jadikan alam atau lingkungan sebagai subyek bukan obyek yang boleh dimanfaatkan sesuka hati. “Manusia adalah bagian dari alam”, katanya.

Dengan demikian acara deklarasi gerakan 1000 botol minuman tersebut merupakan aplikasi iman karena diyakini bahwa manusia adalah bagian dari alam yang diciptakan baik adanya oleh Sang Pencipta. Untuk itu menurut mantan misionaris Thailand ini, manusia harus bersahabat dengan alam. Karena Tuhan maha pengampun, manusia bisa mengampuni tapi alam, jika marah dan ngamuk tidak ada ampun bagi manusia.

Pada akhirnya Pater Goris mengharapkan agar gerakan tersebut tidak berhenti di hari deklarasi ini melainkan harus diteruskan baik secara kelompok, keluarga atau perorangan sekalipun dalam keseharian hidup di mana saja kita ada dan hidup bersama alam lingkungan ini.

Tak lupa pater mengucapkan proficiat dan terima kasih kepada panitia yang sudah dengan berbagai cara cerdasnya untuk mensukseskan aksi paskah ini, dan para sponsor yang sudah dengan suka rela penuh kesadaran mendukung terselenggaranya acara yang luar biasa ini. (ber)

Berita dan Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sixteen + twenty =