Bertemu Kardinal Ignatius Suharyo, Ini Pesannya

Sekelompok orang dibawah koordinasi Bambang Ismawan selaku tokoh Katolik senior, pada Kamis (17/10/2019) bertandang ke kediaman Kardinal Suharyo untuk mengucapkan selamat atas terpilihnya Uskup Keuskupan Agung Jakarta itu menjadi Kardinal ke tiga di Indonesia setelah belasan tahun lowong.

Rombongan yang terdiri dari perwakilan beberapa kelompok/kategorial seperti Yayasan Bina Swadaya, Persab Flobamora, Pemuda Katolik, Aptik, Kelompok Universal yang tergabung dalam Tim Kordinasi Forum Sinergi Umat Katolik. Kelompok ini tidak sekedar mengucapkan selamat tetapi juga menyampaikan beberapa catatan/gambaran tentang kondisi umat Katolik Indonesia saat ini, tidak cuma aspek iman tetapi juga aspek sosial ekonomi dan pendidikan.

Atas masukan-masukan tersebut Kardinal menanggapinya dengan menyampaikan bahwa Kardinal bukan Kepala Gereja Indonesia, bukan juga menjadi kepala dari uskup-uskup karena semua uskup sebagai kepala Gereja Lokal memimpin wilayahnya masing-masing dan langsung bertanggung jawab kepada Paus di Vatikan Roma.

Namun terkait masalah yang kontekstual musti kerjasamanya dengan keuskupan. Sementara yang berkaitan dengan hal-hal ekonomi dan sosial kemanusiaan seperti Revitalisasi Desa misalnya, bisa kerjasama dengan pihak Gereja melalui Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) dan komisi Kerasulan Awam (Kerawam) di Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) atau ke masing-masing keuskupan karena di keuskupan lebih leluasa. Di setiap keuskupan pasti ada komisi PSE dan Kerawamnya. Sayangnya kerasaluan awam sekarang itu tenaganya banyak ke bidang politik pilihannya itu. Lebih pada pendampingan-pendampingan politik. Padahal sebetulnya tidak. Kerasulan awam itu punya wilayah yang paling luas karena tanggung jawab awam di dalam perutusan Gereja dan dalam menyucikan Gereja.

Di Vatikan sekarang sudah ada yang namanya Itegral Humman Error, satu kementrian baru yang ada di Vatikan untuk menunjukkan bahwa perhatian terhadap pengembangan kemanusiaan yang integral itu sangat penting, seperti perhatian terhadap Imigran di Eropah misalnya.

Kalau mau kerja sama dengan saudara-saudara lintas agama, sesungguhnya sudah dimulai pada Februari 2019 Paus Fransiskus metandatangani pernyataan bersama dengan Imam Besar Al Azar di Abudhabi.

Dokumen itu adalah dokumen kemanusiaan yang isinya adalah tantangan- tantangan kemanusiaan jaman sekarang. Sampai sekarang dokumen itu belum diapa-apakan. Kardinal berjanji untuk segera mensosialisasikan dokumen tersebut pada Konferensi uskup-uskup pada bulan November nanti. Yang menarik adalah yang pertama membuat seminar di Indonesia adalah komunitas-komunitas saudara kita Muslim. “Pada seminar itu kami diundang. Sangat menarik”, kata Kardinal Suharyo.

Sementara berhubungan dengan masalah-masalah public lainnya Kardinal sempat menyampaikan akan segera mensosialisasikan Theologi Publik yang sesungguhnya sudah ada sejak tahun 2000 lalu. Teologi untuk menjawab tantangan-tantangan public demi membangun kebaikan bersama. (ber)

Berita dan Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five × one =