Bersama Menjaga Kebhinekaan

Bersama menjaga kebhinekaan adalah motto perjuangan dua petarung yang tidak sekedar berwacana namun
sungguh merealisasikan dalam gerakan bersama di bawa naungan banten moncong putih.

H.M Soetadi Dipowongso, SH. Caleg DPRD Kota Depok yang ditemui di kediamannya di Cinere bersama Tandemnya Ibu Juniar Simanjuntak Caleg DPRD 1 pada Sabtu (15/12/2018) mengatakan begitu ketuk palu diterimanya Pancasila sebgai Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia maka persoalan perbedaan suku agama dan daerah selesai. Sekalipun politik identitas memang tidak bisa dihindari namun tetap bermuara pada dan menjunjung tinggi Pancasila sebagai Dasar Negara dan NKRI adalah harga mati. Untuk itu sesungguhnya kita sebagai warga bangsa harus bersinergi menjaga Pancasila juga UUD’45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika sebagai 4 Pilar dalam kehidupan berbangsa di negeri ini.

“Saya merasa miris karena sudah 73 tahun kita merdeka kog masih saja ada orang yang mempersoalkannya. Padahal begitu ketuk palu ditetapkan Pancasila sebagai Dasar negara semua perbedaan selesai. Kita jadi satu bangsa, satu tanah air dan satu bahasa”, tuturnya.

Dengan memperhatikan kondisi bangsa yang demikian ini maka pihaknya merasa terpanggil untuk menjadikan sisa hidupnya ini berarti bagi banyak orang.  “Kalau sekedar makan dan sekedar tinggal saya tidak perlu cari lagi biar sedikit dan tidak mewah tapi adalah. Tapi apa manfaatnya sisa hidup saya ini untuk orang lain?” Ujar Dipowongso.

Maka menurut mantan ketua  DPC PDIP Kota Depok ini, pihaknya mencalonkan diri lagi jadi legislator karena tidak ingin terus bertahan dalam diam untuk membela dan menjaga empat pilar kebangsaan yang ada tetapi harus terus diperjuangkan lewat gerakan yang mencerahkan. Karena kata hatinya mengatakan bahwa yang sadar akan nilai-nilai kebangsaan yang tercermin lewat empat pilar itu terbagi tiga bagian. Tingkat elit 90 persen, tingkat menengah 50 persen dan tingkat bawah maksimal 20 persen.

Maka tidak heran tingkat kerawanan begitu tinggi karena masyarakat bawah rentan terhadap pengaruh dari luar. “Terhadap mereka itulah perlu pencerahan terus menerus. Itulah perjuangan!”, tuturnya. Contoh konkritnya adalah dengan menggandeng Ibu Juniar yang notabene beda keyakinan dengan dirinya adalah  bukti toleransi yang harus terus dipelihara dan diperjuangkan demi tegaknya NKRI. (ben)

Berita dan Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seventeen + 15 =