BERJALAN BERSAMA TUHAN

Sdr Gaudensius Krisantus Sutanto

Tuhan telah menunjukkan kepada manusia jalan keselamatan-Nya.

Keselamatan itu hadir secara nyata di dalam diri Putera Allah, yakni Tuhan Yesus Kristus.

Bagi kita umat beriman keselamatan merupakan hadiah yang paling istimewa dari Tuhan.

Tuhan menyatakan cinta-Nya yang begitu besar dengan menyelamatkan manusia untuk keluar dari kubangan dosa.

Namun, yang harus selalu kita ingat bahwa hadiah keselamatan itu hanya akan diperoleh jika kita memiliki kemauan untuk selalu berjalan bersama Tuhan. Berjalan bersama Tuhan bukanlah melakukan hal-hal yang luar biasa hebat dan luar biasa kudus.

Bagi saya berjalan bersama Tuhan ialah dengan setiap hari mau mengambil waktu sejenak untuk mendengar, membaca, merenung, dan melaksanakan perintah-Nya.

            Melalui perikop injil hari ini Tuhan Yesus menegaskan kepada kita bagaimana semestinya kita bertindak untuk senantiasa mengalami perjumpaan dengan-Nya dalam kehidupan kita. Kita dituntut untuk bersikap seperti ‘anak kedua’ dalam kisah injil. Meskipun pada mulanya ia memberikan reaksi yang terkesan menolak, namun kemudian ia bersedia melakukan kehendak ayahnya.

Apa yang menyebabkan ia berubah pikiran? Jawabannya terlihat jelas dari pernyataan ” Tetapi kemudian ia menyesal dan pergi juga”. Bagi saya penyesalan adalah buah refleksi hidupnya. Barangkali setelah ia berpikir, mempertimbangkan, mengkaji kembali, dia berubah dan menghasilkan sebuah penyesalan kemudian mulai merubah dirinya. Perubahan itu ialah sebuah gerakkan untuk melakukan kehendak ayahnya.

            Dalam kehidupan harian pun kita sering menghadapi berbagai persoalan hidup. Persoalan-persoalan tersebut membuat kita dilema bahkan putus harapan. Dalam keputusasaan tersebut tidak jarang kita melupakan Tuhan.

Padahal yang harus selalu kita ingat ialah dari hari ke hari Tuhan tetap berusaha mengetuk pintu hati kita. Karena cinta, Tuhan ingin tinggal di dalam hati kita. Jangan sampai hati kita menjadi pintu yang tertutup bagi kehadiran-Nya. Kita dituntut untuk selalu membuka hati agar Tuhan boleh hadir dan tinggal di dalamnya.

            Barangkali kesibukan akan pekerjaan, tugas, dan kesenangan-kesenangan pribadi membuat hati kita tertutup bagi Tuhan. Kita lebih menyibukkan diri dengan hal-hal yang bersifat duniawi dan sementara saja. Maka dari itu, pada kesempatan ini saya mengajak para saudara dan saudari untuk bersama-sama mulai membuka hati bagi Tuhan.

Bagi saya, perikop Injil hari ini mengajarkan banyak hal tentang bagaimana membuka hati bagi-Nya. Terbuka bagi Tuhan berarti mau mendengarkan sabda-Nya, merenungkannya, dan menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari. Ketika kita mau menerima Tuhan, maka kita akan memiliki gerak hidup ke arah yang semakin baik. Tidak perlu ada penyesalan yang berkepanjangan jika seandainya selama ini kita merasa telah menyakiti hati Tuhan dengan selalu berbuat dosa. Saat ini yang harus kita lakukan ialah menerima kehadiran-Nya di dalam hati kita.

Kegiatan membaca kitab suci, merenungkan isi kitab suci, serta melaksanakannya dalam hidup sehari-hari ialah tuntutan awal untuk menjalani hidup bersama-Nya. Berjalan bersama Tuhan adalah sesuatu yang sangat membahagiakan dan menjanjikan keselamatan jiwa kita. Selain itu, ada kesan terdalam yang akan kita alami jika membuka hati bagi Tuhan. Kiranya kesan tersebut terdapat pada bacaan kedua hari ini “Dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, dan Persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasih” (Flp. 2: 1). Tuhan memberkati kita. Amin.

Berita dan Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

7 − two =