Berbagi Kasih Terhadap Sesama

Sdr Heribertus Setiawan

KASIH  merupakan hukum yang utama dalam kehidupan kristiani. Kasih itu harusnya mewarnai hidup kita sebagai umat kristiani. Allah pun telah menunjukan kasih-Nya kepada kita.

Allah mewujudkan kasih-Nya itu dalam peristiwa inkarnasi di mana Putra Allah turun ke dunia dan berubah rupa menjadi manusia dan terlibat secara langsung di dalam kehidupan manusia.

Allah tidak menginginkan salah satu dari antara kita jatuh dalam dosa dan membiarkan kita dikuasai oleh maut akibat dosa itu. Justru sebaliknya Allah ingin supaya kita bertobat dan selamat dari kuasa maut.

Maka Allah mengurbankan Putera-Nya Yesus Kristus dalam penderitaan salib demi keselamatan kita. Oleh karena itu kita patut bersyukur bahwa Allah masih mencintai dan tetap mengasihi kita.

            Dan melalui Injil Matius hari ini, Yesus mengajak kita untuk ambil bagian dalam mewujudkan kasih yang telah Allah bangun dan tunjukan kepada kita. Lebih khusus lagi Yesus meminta kita untuk mewujudnyatakan kasih itu dengan menegur saudara kita yang berbuat dosa.

Di dalam teguran itulah kasih itu tumbuh, sebab kita tidak hanya peduli terhadap saudara kita melainkan juga menyelamatkan mereka dari kuasa kegelapan. Mungkin kata yang lebih tepat mengajak saudara kita yang bebuat dosa untuk kembali ke jalan Tuhan.

Sebenarnya untuk apa kita mengajak saudara kita supaya kembali ke jalan Tuhan? Alasan yang pertama adalah karena Tuhan menginginkan kita selamat dari kematian. Inilah tujuan Allah mengutus Yesus Kristus ke dunia supaya semua orang dan kita bertobat serta  memperoleh keselamatan.

Alasan kedua adalah karena kita sebagai saudara persekutuan umat Allah. Kita tidak akan bisa berjalan sendirian tanpa saudara kita yang lain, sebab di dalam persekutuanlah Tuhan hadir. Yesus sendiri mengatakanya ”Di mana ada dua atau tiga  orang berkumpul demi namaKu Aku hadir di tengah-tengah mereka”.

Jadi kita tidak bisa membiarkan sadara kita yang bebuat dosa berjalan sendirian dan kita berjalan sendirian. Oleh karena itu kita perlu mempertobatkan mereka supaya kita berjalan bersama pada jalan Tuhan.

Berita dan Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 + 3 =