Berani Mewartakan Kebenaran Injil

ADA banyak orang di dunia ini mungkin termasuk kita, terkadang merasa takut untuk mengungkapkan suatu kebenaran.

Orang merasa takut bila kebenaran yang ia sampaikan dapat membuat dirinya dibenci, dimarahi, dihina, dan bahkan membuat nyawanya terancam.

Karena itu, banyak orang memilih untuk diam dari pada mengungkapkan kebenaran yang mungkin dapat mengancam hidup mereka. Memang ada alasan tertentu yang membuat orang tidak berani untuk mengungkapkan suatu kebenaran.

Akan tetapi, semua alasan tersebut tidak dapat dibenarkan sama sekali. Sebab semua alasan yang kita buat untuk menyembunyikan kebenaran hanya akan merugikan diri kita sendiri dan orang lain.

Lagian mau sampai kapan kita dapat menyembunyikan sesuatu kebenaran. Sesuatu yang benar pasti akan terbuka dan akan selalu menang.

Dalam Injil Matius hari ini, Yesus menegaskan kepada para murid agar jangan takut untuk mewartakan kebenaran Injil Kristus ke seluruh dunia. Memang dalam tugas perutusan untuk mewartakan Injil Kristus, mereka akan mengalami berbagai penganiayan. Itulah resiko yang harus mereka terima karena Injil kristus.

Akan tetapi, mereka tidak perlu takut menghadapinya sebab Yesus berjanji akan selalu menyertai mereka. Yesus tidak akan pernah meninggalkan mereka yang dengan setia bekerja untuk Dia dan mau menanggung segala penderitan karena nama-Nya. Maka para murid tidak perlu merasa takut untuk mewartakan Injil Kristus. Melainkan mereka harus semakin teguh dalam melaksanakan tugas perutusan untuk mewartakan kebenaran Injil Kristus.

Sebagai murid Kristus seharusnya kita berani mewartakan kebenaran Injil Kristus. Sebab Kristus sendiri telah menderita untuk membenarkan kita. Ia rela dihina, dibenci, dimarahi dan bahkan Ia rela wafat di kayu salib untuk menebus segala cacat-cela kita agar kita dapat diselamatkan. Apakah kita mampu melakukan hal yang sama untuk Dia? Dia dibenci, apakah kita tidak turut dibenci oleh Dia? Dia disalibkan, apakah kita tidak turut disalibkan bersama Dia?

Namun nyatanya kita tidak mampu mengorbankan segala hidup kita untuk Yesus sebagaimana  Yesus yang mengorbankan segala hidup-Nya untuk kita. Ini terjadi karena iman kita kepada Kristus masih lemah. Kita belum yakin dan percaya bahwa Yesus Kristus adalah juruselamat bagi kita. Sehingga kita masih memilih hidup menurut keinginan kita sendiri dari pada memilih hidup bersandar kepada Tuhan. Oleh karena itu, sebagai murid Kristus seharusnya kita menaruh segala kepercayaan kita kepada Yesus Kristus sebagai guru dan sahabat yang selalu setia membantu kita dalam suka maupun duka.

Inti dari Injil Matius hari ini, Yesus mau mengajak kita para murid-Nya untuk mewartakan kebenaran Injil secara total. Resiko selalu ada dan akan terus ada. Kita harus mengikuti teladan para martir yang dengan berani mewartakan kebenaran Injil Kristus tanpa ada rasa takut sedikit pun. Mereka ditangkap, dipenjara, disiksa, bahkan dibunuh karena Injil Kristus.

Akan tetapi, tidak sedikit pun mereka goyah karena paganiayaan yang mereka terima. Sebab bagi mereka penderitan karena mewartakan Injil Kristus adalah sebuah rahmat, bahkan kematian tubuh adalah pintu menuju kebangkitan bersama kristus. Maka dari itu, kita tidak perlu takut akan resiko yang kita terima dari pewartaan Injil Kristus.

Sikap yang tepat menghadapi setiap resiko yang timbul dari pewartan Injil Kristus adalah menyerahkan semuannya pada Tuhan. Kita harus mempercayai segala hidup, karya dan usaha yang kita lakukan untuk mewartakan kebenaran Injil Kristus ke dalam penyelenggaran Tuhan. Jika kita berani mengakui Kristus, kita pun akan diakui-Nya di hadapan Bapa-Nya. Oleh karena itu, jangan pernah takut untuk mewartakan kebenaran Injil Kristus. Amin.

Berita dan Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

8 + fifteen =