Arista – Pavita Komit Bawa OMK Lebih Baik Tiga Tahun Mendatang

SETELAH melalui perhitungan dan validasi suara yang terkumpul dari pemilihan langsung, Tim Kaderisasi Orang Muda Katolik (OMK) menetapkan Arista – Pavita, pasangan calon nomor satu, sebagai Ketua dan Wakil Ketua OMK periode 2021 – 2023 mendatang.

Arista – Pavita memperoleh 116 suara, dibandingkan pasangan calon nomor dua Selin – Vanya yang berhasil mengumpulkan sebanyak 84 suara, dan pasangan calon nomor tiga Della – Vio yang meraih dukungan sebanyak 87 suara. Total suara pemilih berasal dari 215 suara perwakilan OMK dari 18 Wilayah dan 72 suara dari perangkat DPP/DKP, Ketua Wilayah, dan Ketua Lingkungan.

“Kami mengucapkan selamat kepada Arista – Pavita yang telah terpilih menjadi Ketua dan Wakil Ketua OMK untuk tiga periode mendatang. Kami berharap OMK dapat menjadi wadah bagi semua orang muda Katolik, termasuk yang berada di wilayah-wilayah.

Pengurus OMK yang baru memiliki pekerjaan rumah dalam merangkul rekan-rekan muda yang masih belum aktif di wilayah-wilayah,” ujar Pater Bartolomeus Jandu, OFM.

Dalam kampanye yang diselenggarakan secara online pada Minggu (20/12) lalu, Arista – Pavita menawarkan tiga misi utama, yakni menggerakkan partisipasi OMK Wilayah pada kegiatan OMK Paroki, mempererat persaudaraan antar OMK, dan menjadikan OMK sebagai wadah pelayanan serta pengembangan minat dan bakat. Keduanya sepakat bahwa misi tersebut bermuara pada visi utama menjadikan OMK sebagai komunitas dan saudara bagi orang muda yang tersebar di 18 Wilayah di paroki St Paulus Depok.

“Kami mohon dukungan dari semua pihak, karena kami tergolong masih baru, dalam mengemban tugas pelayanan di OMK paroki. Mudah-mudahan masa kepengurusan kami dapat membawa OMK menjadi lebih baik sesuai dengan motto kami,” kata Arista.

Koordinator Bidang Pendampingan Hidup Yakobus Sugeng mengatakan, kemenangan saat ini merupakan kemenangan semua paslon dan OMK karena telah berhasil menyelenggarakan suatu mekanisme pemilihan yang demokratis, melalui proses transisi yang bermutu.

Paslon yang menang diharapkan merangkul paslon yang belum berhasil dan sama-sama saling melengkapi dalam membangun OMK St Paulus menjadi lebih baik.

Ketua Seksi Kepemudaan Yosef Leleputra menegaskan, tahapan pemilihan yang menggunakan mekanisme virtual dan paperless banyak memotong budget dan mendorong penghematan. Kendati demikian, mutu dari pemilihan kepengurusan OMK tersebut tetap dapat dipertanggungjawabkan.

“Salut kepada panitia penyelenggara dari rekan-rekan OMK periode saat ini dan terima kasih kepada tiga paslon yang telah berpartisipasi dan memberikan yang terbaik dalam proses pemilihan kali ini,” kata dia.

Setelah penetapan paslon pemenang, tahapan selanjutnya adalah persiapan pembekalan atau pelatihan kepeminanan, penyusunan kepengurusan OMK periode tiga tahun mendatang, dan pelantikan. Targetnya pada Januari tahun depan, kepengurusan OMK yang baru telah mengambil alih tongkat estafet kepemimpinan.

Ketua OMK saat ini Moses Prastio mengatakan, pihaknya akan menggodok kembali rencana pelaksanaan pelatihan kepemimpinan dalam rangka memberikan pembekalan kepada pengurus OMK yang baru. Pembekalan tersebut dilakukan secara virtual, dengan memperhatikan aspek interaktif dan partisipatif sehingga tidak kehilangan makna hanya sebagai momen tatap muka virtual yang menjemukan. (AY)

Berita dan Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 × one =