Antara Virus Corona, COVID-19 dan SARS-COV-2

AWAL pekan lalu Presiden Joko Widodo mengumumkan bahwa Presiden Jokowi mengumumkan ada dua WNI yang dinyatakan positif terinfeksi Corona Virus Disease (COVID-19) atau virus Corona. Wali Kota Depok Muhammad Idris memastian dua orang tersebut adalah warganya.

Merespon hal tersebut, Keuskupan Bogor mengeluarkan Himbauan Teknis terkait upaya pencegahan penularan dan penyebaran SARS-COV-2 di gereja-gereja Keuskupan Bogor. Surat himbauan itu ditandatangani oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Bogor RD Paulus Haruna dan ditujukan para pastor yang berkarya di wilayah Keusukupan Bogor.

Terkait merebaknya virus Corona, muncul bertanyaan apakah COVID-19 dan SARS-COV-2 adalah sesuatu yang sama ataukah hal yang berbeda sama sekali?

Buku Pneumonia Covid-19 Diagnosis & Penatalaksanaan di Indonesia yang dikeluarkan oleh Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menjelaskan, pada tanggal 31 Desember 2019, Tiongkok melaporkan kasus pneumonia misterius yang tidak diketahui penyebabnya. Dalam tiga hari, pasien dengan kasus tersebut berjumlah 44 pasien dan terus bertambah hingga saat ini berjumlah ribuan kasus.

Pada awalnya data epidemiologi menunjukkan 66% pasien berkaitan atau terpajan dengan satu pasar seafood atau live market di Wuhan, Provinsi Hubei Tiongkok.  Sampel isolat dari pasien diteliti dengan hasil menunjukkan adanya infeksi coronavirus, jenis betacoronavirus tipe baru, diberi nama 2019 novel Coronavirus (2019-nCoV).

Pada tanggal 11 Februari 2020, World Health Organization memberi nama virus baru tersebut Severa acute respiratory syndrome coronavirus-2 (SARS-CoV-2) dan nama penyakitnya sebagai Coronavirus disease 2019 (COVID-19).

Menurut Wikipedia Indonesia, Koronavirus sindrom pernapasan akut berat 2 atau SARS-CoV-2 adalah salah satu anggota koronavirus yang mengakibatkan infeksi pernapasan COVID-19. Virus ini pertama kali diidentifikasi di Kota Wuhan, Tiongkok dan menyebabkan wabah COVID-19. Virus ini juga dikenal sebagai koronavirus Wuhan dan virus pneumonia pasar makanan laut Wuhan (Wuhan seafood market pneumonia virus).

Dengan merujuk dua sumber itu menjadi jelas hubungan antara COVID-19 dengan SARS-COV-2.  Jadi SARS-COV-2 adalah nama virusnya, sementara COVID-19 adalah nama penyekitnya. Angka 19 merujuk tahun 2019 di mana virus itu pertama kali merebak di Wuhan. (erjebe)

Berita dan Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 − four =