AMORIS LAETITIA & SALIB SUAMI-ISTRI Serial Pastoral Berbasis Data bersama Eja Puris & Lae Bang (2)

Paus Fransiskus membawa refleksi Tri Hari Suci dan Paskah 2021 dalam suasana keprihatinan masa pandemic, sekaligus menguatkan umat Katolik universal untuk berpegang pada salib Kristus.

Hal ini disampaikan dalam kotbah Kamis Putih 2021 di Vatikan, “Tahun ini umat beriman merayakan Paskah dalam konteks pandemi.

Namun kendati dalam banyak situasi penderitaan, salib Kristus bagaikan mercusuar yang menunjukkan pelabuhan bagi kapal-kapal yang masih mengapung di lautan badai.”

Sri Paus realistis. Banyak keluarga di belahan bumi manapun terseret lautan badai pandemi. Tak terkecuali, keluarga-keluarga di paroki kita.

Sejak terjangan gelombang perdana pandemi di medio Maret hingga ujung Mei 2020, kondisi seketika berubah dalam dua bulan itu.

Data berbicara dari hasil survei umat Paroki St. Paulus Depok periode 20-26 Mei 2020:

  • 29% umat belanja pokok lebih hemat dari biasanya.
  • 27% umat pendapatannya berkurang drastis hingga 60%.
  • 20% umat pengeluarannya bertambah untuk kesehatan.
  • 6%  umat berprofesi wirausaha alami kebangkrutan.   
  • 5,8% umat kehilangan pekerjaan satu-satunya.
Grafik Dampak Masa Pandemi Maret-Mei 2020 (Survei Umat St Paulus Depok, 2020)

Kini, setahun sudah masa pandemi. Meski berbeda angka, namun kondisi mengarah pada dua realitas: parah atau lebih parah. Dari data resmi pemerintah, situasi kita jelas masih memilukan.

Eja Puris (EP): Lae…, kondisi umat paroki kita adalah renungan konkret Tri Hari Suci dan Paskah.  

Lae Bang (LB): Sepakat, Eja…data hasil survei umat yang dikerjakan dengan motode ilmiah plus data-data resmi pemerintah dan lainnya dapat menjadi bahan pertimbangan bagi gembala dan para pemimpin umat paroki dalam menentukan prioritas pastoral kita.   

EP: Tentu saja, renungan perlu sampai pada tindakan.  

LB: hehehehe. Bila kita cermati, salah satu hasil survei tersebut adalah kondisi keluarga di wilayah paroki kita. Deretan angka itu adalah kesulitan-kesulitan rumah tangga.

Belum lagi soal pertikaian rumah tangga. Hasil survei mengindikasikan, ada 3% mengaku rumah tangganya mengalami pertikaian verbal dan 1,2% mengarah potensi tindakan kekerasan fisik (KDRT).

EP: wow..sebegitu berdampaknya.

LB: Eja, ini bisa kita sebut salib suami istri. Salib rumah tangga. Salib keluarga. Kepada pasangan suami-istri, dokumen apostolik Amoris Laetitia memberi bimbingan agar keduanya, “memanggul salib mereka sendiri, untuk bangkit kembali setelah jatuh, untuk saling mengampuni, untuk menanggung beban satu sama lain.” (AL, 73)

EP: Untuk keluarga-keluarga seperti itu, bagaimana arah Amoris Laetitia?

LB: Paus Fransiskus dalam dokumen tersebut mendorong para pelayan gereja untuk menciptakan kesempatan dan kemungkinan doa keluarga mingguan, karena “keluarga yang berdoa bersama-sama akan tetap bersama-sama”.

EP: Ya, pastoral kehadiran, istilah Paus Fransiskus dalam Amoris Laetitia.  

LB: Benar Eja….harapan Amoris Laetitia, ada tindak pastoral saat mengunjungi rumah-rumah umat, “…Para gembala harus mengajak semua anggota keluarga untuk saling mendoakan satu sama lain dan untuk mempercayakan keluarga di tangan Tuhan.

Selain itu, setiap pasangan harus didorong mencari waktu berdoa sendirian di hadirat Allah karena setiap orang memiliki salib-salib rahasianya sendiri (AL, 227)

Oke, Eja…selamat bersiap menyambut terang Paskah dengan semangat “Suka Cita Kasih”. (Wisanggeni Napitupulu – Paulus Network)

 

Serap tumpukan inspirasi dari referensi utama tulisan ini:

http://www.laityfamilylife.va/content/laityfamilylife/en/amoris-laetitia.html 

Eksplorasi lebih detail Survei Umat Paroki St Paulus Depok:

https://paulusnetwork.com/survei-umat/

Tambah koleksi dokumen kepausan Anda tentang “Amoris Laetitia” (Dokpen KWI)

https://paulusnetwork.com/download/seri-dokumen-gerejawi-no-100-amoris-laetitia-2/

Baca selanjutnya:  AMORIS LAETITIA & PASKAH PSBB

Serial Pastoral Berbasis Data bersama Eja Puris & Lae Bang (3)

 

Berita dan Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

12 − twelve =