AKHIR HAYAT, Puisi Terakhir Romo Alfons Suhardi OFM

AKHIR HAYAT

Ibuku sayang
Masa tua ibuku tidak begitu lancar
Merawat ayah yang sakit-sakitan,bertahun-tahun. Akhirnya ayah menghadap Tuhan,Dengan tenang

Kemudian ibuku semakin lemah
Harus pakai kursi roda

Semakin lemah, berbaring terus
Semuanya harus dibantu

Untung ada salah satu adik saya
Berprofesi sebagai bidan di rumah bersalin Santa Maria
Metro, Lampung Tengah. Dan tinggal bersama orangtua di rumah

Dialah yang mati-matian merawat dari A sampai Z
Seluruh keluarga berterima kasih kepadanya
Dari lubuk hati yang mendalam

Semakin hari semakin lemah,
Tidak bisa berbicara lagi ….. atau dengan sangat sulit
Dari tubuh yang normal ….. menjadi kulit pembalut tulang

Seluruh cinta kasihnya
Seluruh hidupnya
Telah diberikan kepada kedua belas putra-putrinya
Tuntas.

Dengan berbagai cara kami usahakan dan kami bantu
Supaya segera diselamatkan Tuhan
Gagal total

Orang bilang itu ada “susuk” ….. sebagaimana lazimnya orang zaman itu
Tapi ibu tak pernah omong, mungkin tidak tahu juga
Berapa kali saya harus tergopoh-gopoh
Pulang bersama adik yang tinggal di Yogyakarta

Akhirnya dengan perjalanan yang kilat
Ada panggilan darurat, harus pulang sekarang
Sampai di rumah Metro ibu masih “Sugeng”

Lalu saya beri Sakramen Orang sakit
Dan tidak lama kemudian ….. menghadap Tuhan
Puji dan syukur pada Tuhan
Yang sudah menyelesaikan perjalanan hidup ibuku
Sampai tuntas, ….. sampai habis
Untuk putra-putri tercinta

Menghadap Tuhan tanpa membawa apa-apa
Sama sekali
Hanya nyawa yang suci murni.
Selamat jalan ibuku tercinta

Kami masih harus mengarungi samudera kehidupan ini
Berdua belas
Masih sehat semua
Puji dan syukur pada Tuhan.

Depok, 4 November 2022, sore hari, hujan lebat lengkap dengan geludug

Berita dan Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 × 2 =