Air Suci di Gereja Ditutup dan Jangan Baper

DEMI kenyamanan bersama, dalam dua hingga tiga pekan ke depan air suci yang biasanya tersedia di depan gereja untuk sementara ditutup. Umat juga tidak wajib berjabat tangan ketika melakukan salam damai.

Demikian disampaikan RP Agustinus Anton Widarto OFM di akhir homili misa sore, Sabtu (7/3/2020), di Gereja St Paulus Depok. Hal dilakukan untuk menyikapi merebaknya virus Corona beberapa hari terakhir.

“Memang dalam himbuan teknis yang dikeluarkan Keuskupan Bogor, air suci tetap disediakan dan umat boleh menggunakan atau tidak. Namun demi kenyamanan bersama saya minta untuk sementara air suci ditutup,” kata Romo Anton.

“Ritus salam damai yang biasanya dilakukan dengan berjabat tangan boleh dilakukan, boleh juga tidak dilakukan. Jika ada yang menyodorkan tangan dan kemudian sebelahnya hanya mengatupkan tangan di dada ya jangan baper…. Biasa saja, kan ini bersifat sementara hingga isu virus Corona benar-benar reda,” imbuhnya.

Merebaknya virus Corona mendapat perhatian serius dari gereja St Paulus Depok.  Di awal misa ditampilkan video cara menghindari virus SARS-COV-2 di antaranya dengan mencuci tangan dengan benar dan menjaga kesehatan.

Sebelum berkat penutup, Romo Anton juga meminta agar umat mendoakan ibu Maria Sesilia Soendari yang wafat pada Jumat (6/3/2020) karena sakit. Beliau dalam kurun waktu lebih dari sepuluh tahun terakhir setia melayani gereja.

“Jika bapak-ibu melihat piala, cawan dan kandelar di meja altar ini, beliau lah yang selalu membersihkan, setiap hari Kamis. Tidak banyak umat yang tahu. Beliau adalah teladan bagaimana melakukan pelayanan terhadap gereja dengan setia meski di belakang layar,” kata Romo Anton. (erjebe)

Berita dan Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

one × 3 =