Renungan Hari Minggu Biasa XIV

Minggu Biasa XIV
Mat. 11:25-30

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Matius 11:28)

Bacaan-bacaan hari ini mengajak kita untuk bergembira dan bersyukur. Ada pun alasan utama bergembira atau bersukaria adalah karena Tuhan senantiasa hadir di tengah-tengah kita (bac I) dan Roh Allah diam di dalam diri kita (bac II). Dengan demikian, kita yang rapuh dan lemah mendapatkan kekuatan dan pertolongan dari Tuhan sendiri. Sebagai timbal balik untuk kehadiran Tuhan dan Roh-Nya dalam diri kita, Tuhan pun mengundang kita, “Marilah kepada-Ku, kamu semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepadamu” (Injil). Maka, sudah sepantasnya kita pun datang kepada Tuhan dan memenuhi undangan-Nya. Bukan hanya untuk mendapatkan kelegaan (Jawa: pangentheng-entheng), tetapi juga untuk bersyukur kepada Bapa, sebagaimana diteladankan oleh Yesus. Bersyukur atas hal-hal kecil dan sederhana yang setiap saat dianugerahkan Tuhan kepada kita. Juga berserah kepada-Nya agar kita dimampukan menanggung segala macam beban-beban kehidupan kita. Tuhan memang tidak berjanji untuk menghilangkan beban hidup kita, tetapi untuk meringankannya agar kita mengalami kelegaan. Oleh karena itu, dengan datang kepada Tuhan, tentu tidak serta-merta kita terbebas dari semua beban penderitaan. Namun, Tuhan pasti memberikan berkat dan kekuatan sehingga kita mampu menanggung dan mendapatkan solusi yang tepat.
Selain itu, undangan Tuhan ini juga merupakan contoh bagi kita semua. Artinya, sebagaimana Tuhan mengundang kita untuk datang kepada-Nya agar beban-beban kehidupan kita diringankan, kita pun diharapkan mengudang sesama kita yang sedang berbeban untuk kita bantu. Kita diharapkan saling menolong dan saling meringankan dalam menanggung beban dan penderitaan hidup.

Doa: Tuhan, semoga dengan ketekunan kami untuk datang kepada-Mu, kami sungguh mendapatkan kelegaan dan semakin tergerak untuk saling menolong serta meringkankan satu sama lain dalam menanggung beban dan penderitaan hidup. Amin.

RP. Agustinus Anton Widarto, OFM

Berita dan Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

thirteen − nine =