18 Novis OFM Ikrar Profesi Pertama

SEBANYAK 18 novis Ordo Fratrum Minorum (OFM) mengucapkan ikrar Profesi Pertama dalam perayaan Ekaristi, Jumat (15/7/2022) di Gereja Paroki St Paulus Depok. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Minister Provinsi OFM St Michael Malaikat Agung Indonesia, P Mikael Peruhe OFM.

Dalam homili, P Mikael Peruhe OFM menuturkan, angkatan novis tahun ini punya beberapa keistimewaan. Pasalnya perayaan Profesi Pertama kali ini mendapat “restu alam” yakni hujan masih tetap mengguyur meski telah memasuki bulan Juli. Menurutnya, hal ini adalah berkat dan rahmat dari Tuhan, sehingga novisiat berhasil memanen 18 Saudara Muda.

Keistimewaan lainnya, 18 yubilaris ini telah berjuang dengan sangat luar biasa, dengan kesabaran yang luar biasa di masa pandemi Covid-19. Bahkan mereka harus menunda masuk novisiat.

“Pada awal September 2021 mereka baru masuk Novisiat Transitus. Covid-19 membuat banyak orang merasa takut, dan gelisah dalam ketidakpastian. Tapi kita telah melewatinya dengan kesabaran. Kesabaran mungkin tidak memberi kemenangan, tapi memberi kekuatan dalam menghadapi ujian,” kata P Mikael Peruhe OFM.

 

“Saya senang dan bangga karena dalam situasi serba tidak pasti, para novis justru semakin membulatkan tekad dengan mengandalkan Tuhan. Jadi hari ini saya melihat wajah-wajah bahagia dari mereka,” imbuhnya.

Pater Mike menuturkan ada sebuah kisah saat para novis untuk kali pertama masuk ke Novisiat Transitus. Seorang Saudara Tua yang berambut putih, baik, ramah, dan rajin menderaskan doa rosario, bertanya tentang perasaan seorang novis. Sang novis, mengaku senang dan merasa seperti berada di surga. Saudara Tua kemudian mengingatkan bahwa sebelum masuk surga, ada api penyucian.

Menurut Pater Mike, hidup bakti atau hidup dalam komunitas religius, dalam arti tertentu adalah api penyucian. Sebuah tempat untuk memurnikan motivasi, menjernihkan panggilan, dan memantapkan niat baik membaktikan hidup untuk Tuhan.

“Ini adalah bagian dari proses formatio, karena itu dibutuhkan kesabaran, ketekunan, kesetiaan dan kesungguhan. Yakinlah bahwa Tuhan akan menolong orang-orang yang dipanggil-Nya,” ujar Pater Mike.

“Seluruh proses formatio ini membantu kita menjadi garam dan terang dunia. Garam dan terang selalu berhubungan dengan orang lain. Tugas kita adalah menjadikan terang Kristus menjadi terang dunia melalui pewartaan dan perbuatan, untuk membantu orang merasakan kasih Tuhan,” tuturnya.

 

 

Pater Mike menambahkan, agar garam tidak habis dan terang tidak redup, maka diperlukan doa. Para yubilaris perlu menciptakan ruang hening untuk mendengar kehendak Tuhan dan mendengar undangan Roh Kudus.

“Semoga pada saatnya nanti, 18 yubilaris ini tetap genap 18 ketika mengucapkan kaul kekal,” imbuh Pater Mike.

Mewakili yubilaris, Sdr Kornelius Jorfaeldi D Mema OFM meminta dukungan doa dan restu dari umat karena perjalanan mereka masih panjang. Sdr Kornelius menjelaskan, pada awalnya ada 19 novis. Namun salah satu dari mereka memutuskan memilih jalan hidup yang berbeda.

“Perjalanan kami memang tidak mudah. Setelah melakukan refleksi,kami mengambil moto ‘Aku ditolak dengan hebat sampai jatuh, tetapi Tuhan menolong aku’. Mewakili para neo profes, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kesempatan sehingga kami boleh berkarya di Paroki St Paulus Depok,” tutur Sdr Kornelius. erjebe

 

18 Yubilaris Profesi Pertama

Sdr Hierovani CKK Liku Sait OFM
Sdr Kornelius Jorfaeldi Dadi Mema OFM
Sdr Godrikus Yalvim Foarsy Nagang OFM
Sdr Gregorius Paskalis Lumban Batu OFM
Sdr Adrianus Dakota OFM
Sdr Stefanus Kristian Tri Nugroho OFM
Sdr Yohanes Brechmans Wangge OFM
Sdr Yoseph Nara Pero OFM
Sdr Theobaldus Setiawan OFM
Sdr Gabriel Barek Kokomaking OFM
Sdr Melkior Ramli Deo OFM
Sdr Yohanes Alexander Siku OFM
Sdr Guidelviano Ndoi OFM
Sdr Andreas Prodito Labur OFM
Sdr Yohanes Yorgianje Pili OFM
Sdr Fransiskus Huba OFM
Sdr Yulianus Aldi OFM
Sdr Valentino Chandra Kurniawan OFM

Berita dan Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

14 − three =