Cinta Kasih Adalah Pemberian Diri

Amanat perpisahan Tuhan Yesus yang disampaikan-Nya kepada kita pada hari Minggu ini ditutup dengan kalimat: ” Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain” (Yoh 15: 17).

Kalimat yang pendek itu  menyiratkan dan menunjukkan bahwa cinta kasih secara hakiki merupakan pemberian diri. Baiklah hal itu direnungkan sedikit lebih lanjut.

Apakah sebenarnya inti suatu pemberian itu? Suatu pemberian adalah suatu tindakan yang menyebabkan orang lain memiliki sesuatu yang sampai sekarang kumiliki sendiri, yang orang lain tidak berhak memilikinya. Jika orang lain sudah membayar sesuatu untuk yang sudah kuberikan kepadanya, hal itu bukanlah suatu pemberian yang memberikan, tetapi merupakan suatu pertukaran atau penjualan. Merupakan hakikat suatu pemberian adalah bahwa hal itu terjadi tampa pamrih. Artinya, aku memberikan kepada orang lain bukan dengan maksud untuk memperoleh sesuatu sebagai imbalan darinya.

Cinta kasih secara hakiki adalah pemberian diriku tanpa pamrih kepada orang lain sebagai orang lain. Pemberian dalam dan demi cinta kasih bukanlah suatu upaya  untuk melepaskan atau membuang sesuatu: Aku tidak kehilangan sesuatu, bila aku memberikan diriku dalam dan demi cinta kasih. Sebab, diriku bukanlah suatu barang, yang bila diberikan kepada orang lain, tidak lagi menjadi milikku, tetapi menjadi milik dia yang kepadanya hal itu diberikan. Memberikan dalam dan demi cinta kasih juga bukanlah pemberian yang berciri jual-beli. Sebab, dalam cinta kasih aku tidak memberi dengan maksud untuk memperoleh sesuatu sebagai balasan atau imbalan atasnya. Aku juga tidak memberikan dengan dikelilingi oleh para wartawan atau pun juru potret. Sebenarnya mengapa aku memberikan diriku dalam dan demi cinta kasih?

Jawabannya dapat dilihat dalam apa yang secara hakiki diberikan dalam dan demi cinta kasih itu dan kepada siapa hal  itu diberikan: “Diriku”. Memberikan diriku dalam dan demi cinta kasih tidak terutama berarti memberikan apa yang kupunyai atau  apa diriku adanya  dan dapat menjadi apa diriku . Dan diriku yang adalah aku ini dan dapat menjadi apa diriku ini diberikan kepada orang lain sebagai orang lain. Tentu saja aku dapat menyatakan dan mengungkapkan pemberian diriku itu dengan memberikan apa yang kumiliki, dalam rupa hal-hal yang bersifat material, misalnya. Dan bila aku melakukan hal seperti itu, maka barang atau sesuatu itu telah menjadi sesuatu yang unik, karena menjadi sesuatu yang konkret, menjadi penjelmaan yang terbatas dari diriku. Bila aku memetik sekuntum bunga mawar dalam  suatu taman yang penuh dengan ratusan bunga mawar, sekuntum bunga mawar yang kupetik itu  berhenti menjadi sekuntum bunga mawar di antara ratusan bunga mawar tersebut. Kuntum bunga mawar yang satu itu menjadi suatu yang unik, menjadi simbol diriku sendiri. Tetapi apakah artinya memberikan diriku sendiri itu? Hal itu berarti aku memberikan kehendakku, gagasan-gagasanku, perasaanku, pengalaman-pengalamanku kepada orang lain- singkatnya, semua yang hidup di dalam diriku. Cinta kasih adalah ‘men-share-kan’ diriku dengan orang lain. Mengapa aku ‘men-share-kan’ diriku dengan orang lain? Karena aku mengalami suatu karunia yang tertentu, suatu kekayaan yang tertentu di dalam diriku dan kekayaan itu tidak dapat tidak meluap keluar dari diriku kepada orang lain.

Tetapi mengapa memberikan diriku kepada orang yang khusus dan tertentu ini? Mengapa aku memilih engkau dan bukan banyak orang lain? Karena engkau dapat dicintai dan  engkau dapat dicintai karena engkau adalah engkau. Aku melihat nilai yang tertentu dalam dirimu dan aku mau mengambil bagian  dalam nilai itu.

Nilai orang lain adalah nlai dirinya sebagai suatu diri yang unik. Artinya, setiap orang bernilai dan karena itu dapat dicintai. Setiap orang bernilai dan dapat dicintai karena setiap orang itu adalah unik, orisinil, tidak dapat direduksi menjadi sesuatu yang lain. Jadi, jika aku mampu mencintai orang yang tertentu dan khusus ini, karena apa dia adanya, maka aku juga mampu mencintai orang-orang lain karena apa mereka adanya.

Alex Lanur OFM

Berita dan Artikel Lainnya