Ayo Sekolah

Pengantar

Data pemerintah terakhir tahun 2015, walaupun agak menurun dibandingkan dengan tahun sebelumnya, ada sekitar 75 juta anak Indonesia yang tidak punya akses untuk sekolah. Dan diantara anak-anak itu saya yakin adalah anak-anak di Keuskupan Bogor bahkan mungkin ada di paroki kita St. Paulus Depok yang adalah juga anak-anak katolik. Di salah satu desa di Jawa Tengah, satu-satunya sekolah SMP di sebuah desa yang dihuni oleh 70 anak mau ditutup oleh sebuah yayasan katolik karena tidak mampu menanggung biaya operasional sekolah sebanyak 15 juta per bulan. Ada banyak sekolah katolik yang bernasib sama seperti sekolah ini. Di lain pihak gerakan-gerakan intoleransi berkembang masif di sekolah-sekolah ‘yang lain’ bahkan mencapai 60% dalam beberapa tahun terakhir.

Yesus sendiri dalam pengajaran-Nya kepada murid-murid-Nya sering menggunakan anak-anak sebagai alat mengajar. Artinya anak-anak mempunyai hak untuk diberi tempat dalam kegiatan pengajaran dan pewartaan. Adalah kepedulian dan kewajiban kita orang katolik untuk memberikan hak-hak pendidikan kepada anak-anak ini antara lain lewat pendidikan formal. Paus Fransiskus menajamkan kepedulian kita pada orang-orang yang membutuhkan ini dalam Tahun Yubileum Kerahiman Ilahi dalam Bulla Misericordiae No.10 bahwa “Belas Kasih adalah Dasar Kehidupan Gereja.”

Melihat fakta di atas dan ajakan Paus Fransiskus, saya ingin mengajak kita semua yang telah mengalami belas kasih Allah sebagai rahmat yang membebaskan untuk berbagi dan menyalurkan belas kasih Allah ini dengan sesama kita terutama anak-anak masa depan bangsa dan gereja kita. Paroki kita telah memberikan dana karitatif kepada anak-anak sekali setahun kepada mereka yang membutuhkan tetapi kita bisa berbuat lebih lagi.

Pastor paroki sebelumnya, Pastor Yosef Tote OFM menanggapi pertanyaan umat soal gerakan orang tua asuh, dalam rapat pleno DPP/DKP dan ketua wilayah, ketua lingkungan, ketua seksi dan kategorial tanggal 18 September 2016 memulai Gerakan Ayo Sekolah untuk paroki St. Paulus Depok. Dana yang terkumpul ada 3 jutaan rupiah.

Sekali lagi, saya mengajak umat sekalian untuk tidak takut memberikan investasi jangka panjang bagi pewartaan suka cita Kerajaan Allah.

Depok, 16 April 2017
Bersama sukaacita kebangkitan Kristus.

RP. Alforinus Gregorius Pontus OFM
Pastor Paroki.

Visi Ayo Sekolah:

Menyebarkan semangat Cinta Kasih: mendatangkan suka cita bagi orang yang ditolong dan yang menolong; mendukung semangat solidaritas dan kepedulian antar umat beragama, mari berbagi; membantu program ikut mencerdaskan kehidupan bangsa dan bertujuan menjembatani umat yang ikhlas membantu (orang tua asuh) dengan umat yang membutuhkan bantuan biaya pendidikan.

Misi Ayo Sekolah:

Membantu pendidikan anak-anak katolik yang tidak mampu di paroki St. Paulus Depok (SD, SMP, SMA/SMK) untuk bersekolah di sekolah katolik; membantu anak-anak katolik tidak mampu di tempat lain di Indonesia; dan dengan demikian membantu sekolah-sekolah katolik untuk setia pada visi dan misinya disaat mengalami kesulitan keuangan.

Tujuan:

Program Ayo Sekolah bertujuan menjembantani umat yang bersedia dan ikhlas membantu (menjadi orang tua asuh) dengan umat Paroki St. Paulus Depok, yang membutuhkan bantuan biaya pendidikan SD, SMP, SMA/SMK.

Informasi donasi:

Donasi dapat ditransfer ke rekening:

BCA 869.095.800.8
atas nama PGPM St. Paulus – Depok

Mohon transfer dengan kode 99, contoh ingin mentransfer sejumlah 500.000, maka jumlah yang ditransfer mohon dituliskan 500.099. Hal ini untuk mempermudah konfirmasi dari sisi kami.

Informasi lebih lengkap bisa melalui:

  1. Pasianus Daeli (0812 1012 5495)
  2. Rusnita Hutahaean (0815 1373 4502)
  3. Sekretariat Paroki St. Paulus (021 – 7720 4851)

Brosur dan formulir Ayo Sekolah bisa Anda unduh di tautan ini. Silahkan klik.