Akulah Gembala Yang Baik

Penginjil Yohanes mempertentangkan antara gembala yang baik dan gembala yang buruk. Gembala yang buruk hanya ingat gajinya tetapi tidak peduli dengan nasip domba-dombanya. Gembala yang baik sungguh dengan penuh perhatian memelihara domba-dombanya, membela serta melindungi mereka terhadap setiap bahaya dan serangan binatang buas. Selain itu, antara domba dan gembala saling mengenal.

Yesus Kristus adalah gembala yang baik. Ia mencintai kita kawanan dan setiap domba-domba-Nya. Ia membela dan memelihara kita. Ia menyediakan bagi kita makanan yang secukupnya dalam Sabda dan dalam Sakramen Ekaristi. Ia menyerahkan nyawa-Nya sendiri untuk keselamatan kita. Ia memberikan diri sebagai jalan, kebenaran, dan kehidupan.

Di masa sekarang ini, Tuhan kita Yesus Kristus tetap mau menggembalakan kita. Ia menggembalakan kita, domba-domba-Nya melalui mereka yang dipanggil-Nya sebagai pelayan umat. Tugas penggembalaan ini dipercayakan khususnya kepada uskup, imam, biarawan dan biarawati, serta katekis. Juga orang tua dan guru sekolah dapat disebut gembala atas nama Sang Gembala, Yesus Kristus. Pada hari Minggu Paskah IV, hari Minggu Panggilan, kita memohon kepada Allah agar kita tidak kekurangan gembala yang baik untuk karya pelayanan dalam Gereja.

Secara khusus kita mendoakan panggilan imam serta biarawan-biarawati. Seorang imam dipanggil untuk membaktikan seluruh hidupnya bagi Tuhan dan bagi Gereja. Ia tidak berumah-tangga. Ia tidak akan berusaha mengumpulkan bagi dirinya sendiri harta milik sebanyak mungkin. Ia juga tidak akan mengejar kedudukan. Memang tidak mudah untuk menjadi seorang imam, yaitu seorang imam yang baik, seorang gembala yang layak seperti Sang Gembala Agung.

Ada juga panggilan istimewa lainnya yaitu menjadi biarawan-biarawati. Di antara biarawan ada yang sekaligus menjadi imam. Ada juga yang bukan imam. Mereka disebut bruder atau frater atau jika wanita disebut suster. Para biarawan-biarawati mengikatkan diri melalui kaul atau profesi religius di hadapan Allah dan manusia untuk hidup menurut ketiga nasihat Injil yaitu ketaatan, kemiskinan dan kemurnian.

Dalam kaul ketaatan, mereka mempersembahkan kehendak dan kebebasan dirinya. Dalam hidup bersama atau berkomunitas, mereka siap sedia melaksanakan dengan sebaik mungkin dan dengan penuh pengabdian segala tugas yang dipercayakan kepada mereka oleh pimpinan tarekat.

Dalam kaul kemiskinan, mereka mengesampingkan milik pribadi dan berjanji untuk hidup sederhana. Kekayaan yang satu-satunya ialah Yesus Kristus.

Dalam kaul kemurnian, mereka berjanji tidak akan menikah atau hidup selibat sehingga dengan lebih bebas dan hati yang tak terbagi dapat mengabdikan diri kepada Allah dan kepada sesama.

Syukurlah Tuhan berkenan untuk selalu membangkitkan panggilan hidup membiara ini. Semoga jumlah mereka yang terpanggil itu bertambah. Tetapi semoga mereka juga hidup menurut panggilannya yaitu berusaha mengejar kesempurnaan dan hidup dalam pengabdian penuh kepada Allah dan sesama. Dengan demikian mereka tetap menjadi contoh bagi umat yang lain dan menampilkan Kristus yang berdoa dalam kesunyian, Kristus yang mewartakan Kerajaan Allah kepada khalayak ramai, yang melayani orang-orang sakit, yang menghantar orang berdosa ke jalan yang benar, yang mencintai anak-anak, yang dengan segenap hati dan selalu taat kepada Bapa.

Pada Minggu Panggilan ini hendaknya kita mendoakan semoga semakin banyak orang terpanggil untuk hidup imamat dan hidup membiara. Kita juga mendoakan mereka yang sudah menjadi imam, bruder, suster dan frater, supaya mereka setia dan kokoh dalam menghayati panggilannya, menjadi gembala yang baik, gembala yang mengenal dan mengasihi domba-domba, gembala yang menghadirkan wajah Sang Gembala sejati, Tuhan kita Yesus Kristus.

Berita dan Artikel Lainnya